Rabu, 20 Maret 2013

Dari Teman SMA, Ternyata Jadi Jodoh (Eps 1)



Jodohku, Teman SMA-ku 
(Eps 1)


Kisah ini bersumber dari sebuah sumber yang ga bisa dipublikasikan. Sebuah kisah yang Insya Allah akan membuat galau teman2 yang punya cita2 untuk nikah. Sebuah kisah yang endingnya ga terduga, ga disengaja, ga bisa ditebak, ga jelas, dan ga usah pake lama ceritanya. 

Dua orang ini yang satu bernama, sebut saja Raka. Satu lagi bernama Fidha. Sebenarnya 2 orang in adalah teman dari SMP, cuma ga begitu akrab. Dua orang ini berbeda karakter. Si Raka anaknya ga begitu rajin belajar. Kerjaanya main bola melulu tiap hari di sekolah. Berbeda dengan si Fidha yang sangat rajin belajar dan aktif organisasi di sekolah. Pokoknya, kebiasaan keduanya itu ga berubah sejak SMP sampe SMA. Masa SMP nya di-skip yak, soalnya ga begitu seru hehehe...

Begitu lulus SMP, selayaknya anak2 lainnya, keduanya mendaftar via jalur online untuk masuk SMA favorit masing2. Si Raka, yang kerjaannya main melulu, hasil UN nya bagus, sehingga cukup untuk bersaing masuk SMA terfavorit di kotanya. Si Fidha, yang emg dasarnya rajin banget, nilai UN nya bisa dipastikan bagus juga. Ternyata eh ternyata, keduanya masuk di SMA yang sama, SMA terfavorit di kota itu. Teman2 se-SMP mereka juga banyak yang masuk SMA itu, karena emg SMP nya juga favorit. Jadilah temen satu sekolah lagi. 

Masa SMA pun dimulai. Masa SMA adalah masa2 pencarian jati diri. Seorang remaja SMA akan berusaha mencari2 jati dirinya, termasuk Raka dan Fidha. Raka berusaha untuk menjadi atlet futsal di sekolahnya, sedangkan Fidha berusaha menjadi murid teladan dan organisatoris lagi di SMA nya. Bagaimana keakraban mereka dimulai? Semua berawal ketika di SMA mereka sdg ada turnamen futsal antar kelas. Raka menjadi salah satu pemain yang dielu-elukan karena skill-nya emg hebat. Si Fidha cuma menjadi panitia, itu pun kerjanya ga jelas gitu. 

Ketika hari Minggu, panitia turnamen itu sedang memperbaiki semua kelengkapan turnamen, salah satunya gawang. Tiang gawang ada yang dilas karena ada yang retak dan hampir patah. Raka yang awalnya bukan panitia iseng2 datang ikut2 an gangguin kerjaan teman2nya yang lagi panitia.
"Eh sob, sekarang tuh Minggu. Masih aja ke sekolah kaian hahaha,"celoteh Raka.
"Yah gimana lagi. Ini tugas e. Bantuin sini, orang2nya pada banyak yang ga datang," balas Dimas, teman Raka. 
"Yah manja bner dah. Oke2, sini2 ku bantuin benerin gawang. Gini aja gabisa. Haha. Btw, mana panitia lainnya??", tanya Raka. 
"Masih otw katanya sih. Tapi kok blm pada ada yang datang ya," kata Dimas. 

Tiba2 dari lorong sekolah muncul Fidha bersama satu temannya berjalan menuju arah mereka. Raka hanya diam melihati mereka, terutama melihat si Fidha muncul. Ada energi kinetik dan potensial (apaan) yang masuk dan membuat aliran darah Raka menjadi lbih cepat, secepat aliran fluida yang dipompa oleh pompa sentrifugal dalam matkul TBS. Dilihati terus si Fidha, seakan2 belum pernah si Fidha seperti ini. Lamunannya dibuyarkan oleh suara las yang sangat keras. Duduklah si Fidha dan temannya di pinggir lapangan sambil melihati Raka dan Dimas bekerja. 
"Ngapain kalian minggu ke sekolah?,"tanya Fidha membuka percakapan.
"lagi benerin nih gawang fid,"kata Dimas.
"Oh nggak fid, kita sebenernya cuma isneg aja cari kerjaan daripada di rumah ga jelas,"sahut Raka dengan agak grogi ngeliat lawan biacaranya. 
"Oh ya udah terusin aja. Ga enak ganggu. Lagipula ga mungkin jg kan aku ikut ngelas gawang, haha," kata Fidha dengan senyum khasnya. 

WUUSSS!! Betapa senang hati Raka melihat Fidha bisa cepat akrab dengan mereka, terutama Raka, yang selama SMP dan awal2 SMA aja jarang ketemu, apalagi ngobrol2 dengan Fidha, sekarang seperti menemukan gerbang luas menuju jalan yang baru. Ohya, kejadian itu terjadi saat mereka kelas 11, Perhatiannya mulai tercurah ke salah satu objek di pinggir lapangan. Walau fisiknya ada di tengah lapangan, sungguh pikirannya saat itu ada di pinggir lapangan. Kalo mnurut saya sih, ini biasa. Soalnya anak2 SMA kebanyakan pasti pernah begitu haha. 

Hari-hari berikutnya, turnamen futsal dilanjutkan lagi. Tim-tim saling bunuh untuk menjadi yang terbaik. Tiba saatnya kelas Raka main. Awal pertandingan, tim Raka sudah menguasai pertandingan. Lawannya pun tak diberi kebebasan memegang bola sedikit dan sebentar pun. Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya datang, 1-0 untuk tim Raka berakhir hingga babak I usai. Babak ke II mulai, tim Raka mulai kehabisan nafas gara2 main terlalu ngotot di awal2 game. Benar saja, 5 menit kemudian skor menjadi 1-1. Tim raka makin terkuras staminanya. Di menit akhir game, Raka bermaksud mengumpan ke kipernya. Tak disangka, ada yang menyerobotnya dan langsung menceploskan bola ke gawang tim Raka, 1-2. dan waktu game lgsg habis. Raka pun tertunduk malu, karena dia yang mnjadi harapan, malah mnjadi pecundang. Konfidensinya sejak awal turnamen, kini hancur tiba2, bagaikan dihantam oleh gaya sebesar 2000 Newton hahaha. Fidha dan orang lain yang ada di pinggir lapangan tahu benar mental Raka sedang bnr2 down, karena belum pernah mereka melihat Raka setelah main bola, mukanya sesedih ini. Biasa, kan masih labil, masih perlu asupan cinta dan nasihat. Hohohoho...

END OF EPS.1....


Tidak ada komentar:

Posting Komentar