Kamis, 27 Maret 2014

JILBAB BIRU ATAU JILBAB IJO ??

SURAT UNTUK JILBAB BIRU DAN JILBAB IJO

Buat si jilbab biru...
Sudah lama rasanya kita tak bertemu
Mungkin, sudah 2 tahun atau lebih kita tak saling sua
Hanya gara-gara facebook mungkin yang membuat kita tahu kabar masing-masing
Tak terasa kita sudah makin dewasa kali ini
Ternyata, jaman-jaman dulu memang jaman alay untuk kita berdua
Pertama kali bertemu kau dulu, rasanya ada yang beda
Gelora ini tumbuh begitu subur dalam hati
Tapi, biarlah angin dan hujan yang tau perasaan ini
Biarlah 2-4 tahun ini aku menanam benih ini tanpa kau harus tahu
Kita akan tahu, apakah benih ini makin subur, atau justru makin rusak
Jika benih ini makin subur, aku ingin memanennya bersamamu
Sungguh, aku pernah, atau akan menyebut namamu di sepertiga malam terakhir
Yah, semoga malam itu tidak menjadi malam terakhir aku menyebut namamu


Buat si jilbab ijo..
Aku masih ingat bagamana caramu tersenyum kepadaku
Ketika itu, kau begitu cemberut. Sangat cemberut
Begitu aku lewat, entah kenapa kau begitu berbinar tiba-tiba
Senyum malu-malu itu menghiasimu
Senyum malu khas seorang muslimah shalihah ketika bertemu dengan lelaki idamannya
Sayangnya, senyum malu-malu itu tak cuma sekali
Sudah berkali-kali senyum malu-malu itu mengarah kepadaku
Setiap bertemu, selalu begitu. Kebetulan? Kebetulan yang berkali-kali tepatnya
Ditambah gesture dan pandangan penuh harap khas muslimah shalihah
Tapi, ah, mungkin sifat terlalu pede, sifat dasar seorang laki-laki ini terlalu berlebihan
Namamu begitu harum di kampusmu, sementara namaku mungkin tak seharum namamu di kampusku
Kau mungkin hafal 30 juz, sedang aku, sungguh sangat jauh di bawahmu


NB: Jilbab biru dan jilbab ijo hanyalah kiasan, bukan mengarah ke orang-orang tertentu. Siapapun bisa menjadi jilbab biru dan jilbab ijo seperti di atas.